Penerapan Distributed Systems Smart City di Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta Menuju Smart City
Kota cerdas atau yang saat ini lebih dikenal sebagai smart city sangat populer dikembangkan sebagai konsep penataan kota-kota di seluruh dunia beberapa tahun belakangan ini seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Konsep smart city tumbuh semenjak tahun 1990an dimana koneksi internet mulai mendunia sejak diperkenalkan pada tahun 1960an. Menurut Allwinkle & Cruickshank (2007), perkembangan internet pada periode tersebut-lah yang membuat pelayanan masyarakat menjadi semakin mudah dengan adanya informasi yang dapat diakses melalui situs yang disediakan oleh pemerintah kota. Meski masih terbatas berupa layanan satu arah yang bersifat statis dan terbatas tentang kebijakan perkotaan, aturan penggunaan lahan, dan perencanaan, namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ini adalah awal munculnya konsep dari smart city. Secara keseluruhan, perkembangan smart city tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Kota cerdas atau yang saat ini lebih dikenal sebagai smart city sangat populer dikembangkan sebagai konsep penataan kota-kota di seluruh dunia beberapa tahun belakangan ini seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Konsep smart city tumbuh semenjak tahun 1990an dimana koneksi internet mulai mendunia sejak diperkenalkan pada tahun 1960an. Menurut Allwinkle & Cruickshank (2007), perkembangan internet pada periode tersebut-lah yang membuat pelayanan masyarakat menjadi semakin mudah dengan adanya informasi yang dapat diakses melalui situs yang disediakan oleh pemerintah kota. Meski masih terbatas berupa layanan satu arah yang bersifat statis dan terbatas tentang kebijakan perkotaan, aturan penggunaan lahan, dan perencanaan, namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ini adalah awal munculnya konsep dari smart city. Secara keseluruhan, perkembangan smart city tersebut dapat dilihat pada gambar berikut :
Sumber : Deakin & Allwinkle (Allwinkle & Cruickshank, 2007:8)
Kerangka Konsep Smart City Yogyakarta
Kota Yogyakarta sendiri memiliki visi menjadi “Kota Pendidikan-Berkualitas, Berkarakter dan Inklusif, Pariwisata Berbasis Budaya, dan Pusat Pelayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan”. Dari Visi tersebut dapat disimpulkan bahwa Kota Yogyakarta memiliki 4 Visi utama yakni pariwisata, pendidikan, budaya dan pusat pelayanan jasa. Empat kata kunci inilah yang akan dikembangkan sebagai sebuah tujuan pengembangan smart city di Kota Yogyakarta, dengan payung utama yaitu smart culture.
Tujuan utama Smart City di Yogyakarta akan tercapai apabila semua indicator capaian dari dimensi smart culture, smart tourism, dan smart education telah terpenuhi. Dengan prioritas utama yaitu mewujudkan pariwisata dan pendidikan yang berbudaya, setiap aspek smart city dilengkapi dengan security server atau sistem keamanan yang terpusat. Sistem yang akan digunakan, terinspirasi dari smart city Estonia yang telah sukses menerapkan konsep tersebut.
Smart City Yogyakarta
Smart City Yogyakarta penting untuk diwujudkan agar Kota Yogyakarta mampu bersaing dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Seperti, Kota Surabaya dan Kota Bandung yang telah terlebih dahulu menerapkan konsep smart city. Hal utama yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan Smart City Yogyakarta adalah, membentuk dewan smart city yang memiliki 7 kelompok kerja yakni smart environment, smart mobility, smart government, smart economy, smart people, smart living, dan smart disaster management. Alternatif kedua dalam membentuk kelompok kerja, terdiri dari 3 kelompok kerja yang merupakan tujuan smart city Yogyakarta, yatu smart tourism, smart education, dan smart culture.
Smart Tourism Yogyakarta
Aplikasi smart tourism tidak hanya berisi daftar destinasi wisata dan event-event budaya, tapi juga menyediakan informasi penunjang lainnya. Misalnya layanan bahasa, layanan transportasi dan jarak yang akurat, informasi harga tiket dan fasilitas yang tersedia, kepadatan di tempat wisata, dan alternatif tempat wisata terdekat. Agar wisatawan mendapat gambaran dan pengalaman yang lebih berkesan, video 360 derajat dan augmented reality perlu dihadirkan secara lebih detail dan lengkap di aplikasi.
Smart Education Yogyakarta
Smart education yang hendak dicapai meliputi akses pelayanan pendidikan berbasis online. Hal tersebut penting direalisasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Terutama dari segi kecepatan, transparansi, dan akuntabilitas. Sistem prioritas yang akan dirancang secara online di antaranya penerimaan peserta didik baru (PPDB), ujian nasional (UN), dan laporan nilai siswa.
Smart Culture Yogyakarta
Smart Culture di Kota Yogyakarta bertindak sebagai payung yang melandasi perkembangan dan program-program smart lainnya seperti smart education dan smart culture. Dari dua komponen ini diturunkan menjadi projectproject kunci yang dapat dimasukkan ke dalam program-program jangka pendek maupun menengah pada smart education ataupun smart tourism yang berkaitan dengan kebudayaan.
Referensi :



Comments
Post a Comment